Cara menghindari jatuhnya drone akibat keteledoran pilot
Cara menghindari jatuhnya drone akibat keteledoran pilot

Cara menghindari jatuhnya drone akibat keteledoran pilot

Apa jadinya jika drone seharga jutaan rupiah hanya bisa dipakai sekali saja karena jatuh saat sedang terbang tinggi ? Drone yang jatuh dari ketinggian tertentu lalu menghempas ke tanah dengan keras pastinya akan rusak parah dan bahkan tidak dapat digunakan lagi.

Jika harganya murah dan anda sanggup membelinya lagi tentu bukan masalah besar. Namun jika harga drone itu mahal yang menghabiskan belasan juta bahkan puluhan juta yang dibeli dari hasil kerja keras tentu sangat menyakitkan bukan ?

Baca juga : Fly Away, status siaga satu bagi pilot drone Xiro Xplorer V

Belum lagi jika ada kamera berkualitas tinggi yang sanggup mengambil gambar dan merekam video dengan resolusi tinggi juga ikut rusak karena terjatuh.
Nah, untuk menghindari hal-hal tragis seperti itu, sang pemilik drone harus bisa mengikuti prosedur keamanan dengan benar supaya drone yang diterbangkan tetap awet dan tahan lama.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tips-tips penting yang harus diperhatikan bagi para pemilik atau pilot agar drone bisa terbang dan mendarat dengan aman.

Cara menghindari jatuhnya drone akibat keteledoran pilot

Seperti layaknya pesawat terbang sungguhan, untuk menerbangkan drone juga ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan. Drone tidaklah sama dengan remote kontrol mobil-mobilan yang hanya berjalan di darat.

Drone merupakan mesin terbang yang bisa dikendalikan dari jarak jauh dan jika mengalami gangguan teknis saat sudah terbang tentu bisa berakibat kerusakan yang fatal.
Berikut ini beberapa prosedur yang harus anda lakukan agar drone bisa terbang dan mendarat dengan aman.

1. Cek kondisi baterai sebelum terbang

Sebelum menerbangkan drone, jangan pernah lupa untuk mengecek kondisi baterai terlebih dahulu. Pengecekan pertama bisa dilakukan dengan memastikan apakah baterai sudah terpasang dengan benar atau belum.

Periksa juga apakah level baterai itu cukup untuk memberikan tenaga untuk terbang dalam waktu yang lama atau tidak. Jangan lupa hitung juga waktu dan jarak agar baterai sanggup memberikan suplai yang cukup hingga drone benar-benar mendarat di tanah dengan normal.

Jika anda tidak mau repot menghitungnya, pastikan saja baterai drone telah anda cas hingga 100% penuh. Dengan baterai penuh pastinya drone akan lebih terjamin dari ancaman kehabisan sumber daya saat sedang terbang di udara.

2. Pastikan jarak dalam jangkauan kendali

Setiap drone mempunyai spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda. Jarak jangkauan drone saat ini umumnya sudah terbilang jauh, namun pastikan jangan sampai melebihi jarak jangkauan kendali. 

Untuk menghitung jangkauan jarak bukan hanya dari laju kecepatan saja secara horizontal. Namun perhatikan juga secara vertikal yang artinya ketinggian juga bisa mempengaruhi kendali dari drone itu sendiri.

Level baterai dan jarak merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap pilot drone. Meskipun drone masa kini sudah dilengkapi RTH (return to home) yang bisa secara otomatis kembali dan mendarat sendiri.

3. Menghindari Home Point yang salah

Untuk menghindari tabrakan antara drone dengan benda-benda di ketinggian tertentu, pastikan untuk mengecek kembali home point sebelum terbang.
Home point yang salah bisa terjadi karena GPS lock hilang beberapa saat setelah baru saja terbang. Kalibrasi home point yang salah bisa saja dihitung dari titik lepas landas atau posisi anda berdiri dengan remote yang anda pegang.

Atur ketinggian yang cukup dan pastikan ketinggian drone lebih tinggi dari gedung-gedung atau objek di sekitarnya. Sehingga saat fungsi RTH di hidupkan, drone bisa kembali dengan otomatis dan mendarat sendiri dengan aman tanpa harus terjadi benturan.

4. Perhatikan lingkungan sekitar

Dalam dunia penerbangan yang sesungguhnya, cuaca buruk menjadi faktor yang paling mengganggu dalam penerbangan. Dalam dunia drone pun juga bisa mengakibatkan kerusakan fatal karena cuaca yang tidak bersahabat.

Sebelum menerbangkan drone, pastikan cuaca dalam kondisi yang bersahabat. Anda bisa dengan mudah mengenali cuaca disekitar apakah bersahabat untuk menerbangkan drone atau tidak.

Angin yang bertiup terlalu kencang bisa menjadi ancaman serius yang menyebabkan drone menjadi lebih sulit untuk dikendalikan. Dan bahkan tidak menutup kemungkinan kalau angin yang terlalu kencang juga bisa menyebabkan drone menabrak sesuatu karena hembusan angin yang terlalu kuat.

Jika dirasa cuaca tidak bersahabat, anda bisa melakukan delay atau menunda untuk menerbangkan drone sampai cuaca membaik.

Facebook Comments

Check Also

Drone murah tapi tidak murahan itu adalah Xiro Xplorer V

Drone murah, itulah pertama kali yang ada di pikiran kita saat menginginkan atau ingin sekali …