Kopi GEISHA, Inilah sejarah dan keistimewaannya
Kopi GEISHA, Inilah sejarah dan keistimewaannya

Kopi GEISHA, Inilah sejarah dan keistimewaannya

Biji kopi Geisha berhasil menarik perhatian saya, para pencinta kopi dan barista, apa yang istimewa dari biji kopi asal Panama ini?

Saya masih penasaran akan biji kopi satu ini, dan sampai sekarang belum berhasil menikmati kopi ini. Semua berawal dari ramadhan tahun lalu (2019) pas jadwal berbuka puasa, kondisi hujan lumayan deras, mampirlah di suatu kedai kopi pinggiran di kota prabumulih. Seperti biasa saya memesan espresso dan vietnamese. Sang barista menawarkan produk andalannya yaitu Kopi Geisha. Sejenak terhenyak mendengarkan harganya yang lumayan menguras kantong, 200rb/gelas sudah diseduh mau dijadikan apa saja. (10 gram klo gak salah).
Karena masih penasaran sebenarnya kopi jenis apa “GEISHA” ini, saya minta penjelasan kepada sang “barista” tentang keistimewaan kopi “GEISHA” ini. Beliau menjelaskan bahwa kopi ini merupakan biji kopi pertama dan pilihan dari pohon kopi. Jadi untuk mengambil biji kopi ini diperlukan waktu 3 sd 4 tahun dari pertama menanam pohon kopi. Jadi yang masih tertanam di otak saya waktu itu adalah kopi “GEISHA” ini merupakan buah pertama dari pohon kopi.

Ternyata apa yang dijelaskan oleh sang “penjual” tentang kopi “GEISHA” ini salah besar. Bagaimana tidak, biji kopi Geisha ini ternyata menjadi primadona yang selalu diperbincangkan sembari mencari tahu dan menebak bagaimana biji kopi asal Panama ini menjadi sangat populer seperti sekarang ini. Perjalanan biji kopi Geisha pastinya bukan memakan waktu setahun dua tahun, dan pasti ada cerita menarik di balik kisahnya sampai-sampai beberapa banyak kalangan barista mempercayakan biji kopi ini untuk diikutkan di kompetisi barista, dan hasilnya sungguh sangat luar biasa.

Sebenarnya dari mana asal biji kopi “GEISHA” ini? Ternyata biji kopi Geisha setelah dirunut varietasnya dan dianalisa pada tahun 2004, berasal dari sebuah desa di Ethiopia yaitu Gesha, bisa sampai ke Panama karena ada wabah penyakit karat daun yang melanda negeri tetangga, apakah biji kopi tersebut dibawah oleh pedagang atau oleh hal lain. Kata Gesha sendiri mengalami perubahan ejaan yang kemungkinan disebabkan karena saat pelafalannya hampir terdengar vokal “i” makanya dikenal dengan biji kopi Geisha. Tetapi kesalahan ejaan ini merupakan berkah tersendiri bagi biji kopi dalam perjalanannya memulai debut di kalangan pecinta kopi. Apakah kesalahan ejaan ini disengaja atau tidak masih menjadi sebuah misteri.

Ada versi lain yang menyebutkan bahwa sejarah dari perjalanan biji kopi ini dimulai sekitar tahun 1996 oleh ayah-anak Price dan Daniel Peterson. Pada tahun 2004 biji kopi ini mulai menarik perhatian dari pecinta kopi internasional. Puncaknya setelah dinobatkan sebagai the Best Of Panama (BOP). BOP sendiri merupakan kompetisi cupping kopi yang dimulai sejak tahun 1997 oleh Speciality Coffee Association of Panama (SCAP). lalu, pada tahun-tahun berikutnya biji kopi Geisha mulai memenangkan lelang tertinggi di antara biji kopi lainnya pada masanya. Yang paling penting adalah karena GEISHA ini berhasil membawa banyak barista memenangkan kompetisi manual brewing.

Geisha atau Gesha, Mengapa Bukan Gorei? Penamaan biji kopi tidak luput dari sejarahnya, dengan demikian barulah dapat diketahui sebab penamaan Geisha ini. Pada tahun 1964-1965 ada misi perjalanan yang dilakukan lembaga organisasi pangan meneliti ketahanan tanaman kopi di Ethiopia, yang pada masa itu beberapa daerah penghasil kopi dihantui wabah karat dan hama. Alhasil sekitar 621 sampel kopi didistribusikan ke banyak lembaga penelitian kopi di dunia. Dan 490 sampel dibagi ke Peru dan Turrialba, Kosta Rika, ke institut yang sekarang disebut CATIE (International Coffee Collection). Dan di sinilah Petersons dari perkebunan La Esmeralda memiliki koneksi untuk mendapatkan benih tanaman kopi Geisha.

Sebelum penamaan menjadi Geisha, sebenarnya sampel biji kopi ini ditemukan di pegunungan Gesha yang tanaman kopi pada masa itu tumbuh liar. Dan pengumpulan sampel biji kopi hasil ekspedisi ini konon dikumpulkan di daerah yang bernama Gorei, namun mengapa penamaannya tidak dinamai Gorei, ataupun bukan Gesha (“Gecha” penulisan ejaan pada masa itu). Dan lebih memilih penamaan Geisha karena lebih familiar, yang pastinya berbeda dan tidak ada maksud untuk mengkaitkan penamaannya dengan sejarah Geisha yang ada di jepang.

Dari mana asal karakter rasa biji kopi Geisha? Kondisi sekitaran tanaman tumbuh menjamin pertumbuhan tanaman kopi varietas Geisha ini berkembang dengan sangat baik disamping perawatan yang juga baik. Iklim juga membantu tanaman Geisha tumbuh dengan ditandainya sekitaran ada bukit, gunung, sungai, jurang, dan lainnya. Ketinggian tanam, tanah vulkanik kaya nutrisi, kesejukan yang tercipta kombinasi sesuai untuk meningkatkan kompleksitas rasa si biji kopi Geisha.

Biji kopi ini memiliki karakteristik yang aromatik, kesimbangan aroma dan rasa terkadang membuat mereka menyangkal, bahwa Geisha hampir tidak mirip dengan kopi. Karakter rasa asam, body yang jernih dan lembut, membuat Geisha dicari penikmatnya. Kompleksitas rasa ini tidak berhenti hanya di situ, beberapa lidah perasa juga menemukan rasa coklat yang samar, asam buah yang hampir hilang, dan begitulah kompleksitas rasa dari Geisha ini.

Adakah Kendala Tanaman Geisha Sebelum Menjadi Biji Kopi? Varietas Geisha ini ternyata sulit untuk tumbuh, terbilang manja karena jika tanaman Geisha tumbuh di bawah 1600 mdpl akan rentan terhadap jamur, namun tumbuh terlalu tinggi di atas 2100 mdpl malahan daun dan ceri kopi akan mudah terbakar sinar matahari. Dan butuh perawatan yang tidak hanya tertata rapi namun butuh perawatan yang ilmiah. Berbeda dari varietas lainnya yang pada umumnya 4-5 tahun sudah panen, Geisha membutuhkan 8 tahun untuk panen.

Jika banyak barista di dalam perbincangan mereka asyik mengobrol tentang sisi mistik si kopi Geisha atau dari harga Geisha yang fantastis. Perlu diingat, coba bayangkan bagaimana seorang petani kopi mendedikasikan diri mereka pada tanaman kopi Geisha selama 8 tahun untuk sajian kopi yang begitu nikmat, atau bagaimana seorang roaster dengan penuh kehati-hatian agar tidak salah roasting biji kopi Geisha yang penuh harap petani kopinya agar sampai ke penikmat kopi seluruh dunia.

Artikel ini banyak disadur langsung dari https://majalah.ottencoffee.co.id/geisha-biji-kopi-asal-panama-yang-fenomenal/

Facebook Comments

Check Also

Tips Hidroponik Untuk Pemula

Hidroponik Untuk Pemula, Ini Tips nya

Hidroponik adalah metode menanam tanaman dengan menggunakan cairan seperti air sebagai pengganti tanah. Karena tumbuh hanya …